Faktor Penyebab Kegagalan dan Cara Mengatasinya

Ketika kita berada pada level terendah, ketika gagal, jangan pesimis. Tetap optimis dan bersyukur. Selain itu, cara menyikapi kegagalan bisa dilakukan dengan banyak introspeksi dan mohon ampun. Itulah cara menyikapi kegagalan dengan benar.

Ada beberapa faktor penyebab kegagalan yang kadang kala kita gak ngeh. Kita mungkin tidak menyadari bahwa ada beberapa faktor kegagalan yang secara tidak sengaja kita melakukannya. Saya lebih suka menyebutnya dengan akar serabut kegagalan. Kenapa? Karena dari sinilah, akarnya bisa menjalar kemana-mana. Dari sinilah, kegagalan bisa menjalar dan merembet kemana-mana. Bahkan lebih parahnya bisa gagal total, bangkrut, rugi belasan milyar, dan sebagainya.

Faktor Penyebab Kegagalan dan Cara Mengatasinya

Akar Serabut Kegagalan dan Cara Mengatasinya


  1. Tidak Berzakat.
  2. Menunda Hak Orang Lain.
  3. Tidak Selarasnya Impian Kita, Pasangan dan Orang Tua.
  4. Tidak Sempurnanya Ikhtiar.

Zakat yang Tidak Ditunaikan

Faktor penyebab kegagalan yang pertama adalah zakat. Zakat tidak sama dengan sedekah. Zakat sifatnya wajib dan sedekah sifatnya sunnah. Sedekah memang bisa membuat kita kaya. Tapi, sebesar apapun sedekah Anda, bukan berarti anda bebas dari kewajiban berzakat. Walaupun sedekah kita sampai 10% bahkan 30%, bukan berarti kita tidak perlu mengeluarkan zakat. Sama halnya dengan, shalat dhuha 8 rakaat tidak bisa menggantikan shalat shubuh yang 2 rakaat. 

Zakat yang saya maksud di sini adalah zakat maal. Zakat Harta. Dalam takaran tertentu setelah melewati satu tahun, kita wajib mengeluarkan zakat sebesar 1/40 dari total harta yang kita miliki. 1/40 = 2,5%. 

Setiap harta yang kita miliki, di situ ada hak orang lain yang perlu ditunaikan. Ada hak fakir. Ada hak fakir miskin. Jika harta yang dimiliki tidak kita keluarkan zakatnya, maka tunggulah balasan-Nya. Harta tersebut akan musnah. Bisa saja, dengan kebakaran misalnya. Bisnis merugi. Pelanggan lari. Karier mentok. Keluarga resah dan gelisah, tidak bisa menikmati harta tersebut. Anak atau keluarga sakit, yang bisa saja menghabiskan harta dan kekayaan karena biaya rumah sakit yang besar. Bisa menjalar kemana-mana. Di sini kita bisa rugi dua kali, harta tidak terpelihara, dosa didapat.

Hak Orang Lain yang Tidak Disegerakan

Faktor kegagalan yang kedua adalah hak orang lain. Jika utang tidak dibayar, utang kepada supplier, hak karyawan, hak pegawai tidak ditunaikan atau ditunda-tunda, maka rezeki kita pun akan tersendat-sendat. Hal tersebut tidak bisa ditebus dengan sebanyak apapun, sesering apapun. Soalnya ini terkait hak orang lain. Sedekah itu sunnah, utang itu sifatnya wajib. Jadi harus disegerakan. Segera ditunaikan.

Kalau sudah waktunya, kalau sudah jatuh temponya, ya sudah, bayarlah. Segera. Supaya rezeki kita juga disegerakan oleh-Nya.

Kalau kita punya utang 10 juta, sedangkan kita hanya punya uang 1 juta, bagaimana solusinya? Bayar 900 ribu dan sedekahkan 100 ribu. Mudah-mudahan dengan sedekah 100 ribu, Allah membalasnya dengan rezeki yang berlipat ganda. Jangan dibalik, sedekah 900 ribu, bayar utang 100 ribu. Nanti kasihan yang punya piutang.

Impian yang Tidak Selaras

Impian itu harus selaras antara kita, pasangan dan orang tua. Tidak bertabrakan satu sama lain. Kalau tidak selaras, dampak negatifnya merambat kemana-mana. Andai sholat berjamaah dilakukan dengan niat yang berbeda-beda, pastilah berantakan semuanya. Karena niatnya tidak sama. Niatnya beda. Sama halnya juga dengan impian.

Banyak orang yang memiliki impian menjadi pengusaha muda yang sukses, mempunyai banyak uang, keluarga harmonis, meraih kebahagiaan, hidup sehat, kaya dan bahagia, jalan-jalan ke nusantara, jalan-jalan ke luar negeri, bisa menghajikan orang tua, bisnis maju dan berkembang, karier bagus, dan sebagainya. Tapi, kalau tidak selaras dengan pasangan, pencapaiannya membutuhkan waktu lama. 

Kalau terjadi ketidak selarasan impian sebaiknya samakan dulu. Berikan perbandingan yang bisa dipahami oleh pasangan dan orang tua. Juga perbandingan yang memihak kepada keluarga. Carilah momen yang pas untuk berdialog, membicarakan tentang impian kita kepada pasangan dan orang tua. Jangan lupa berdoa. Doa. Doa yang sering. Doakan pasangan dan orang tua agar impian mereka selaras dengan kita. 

Ikhtiar yang Tidak Sempurna

Faktor berikutnya adalah ikhtiar yang kurang sempurna. Tidak sempurnanya impian akan berujung pada kerugian. Walaupun utang sudah dibayar, hak orang lain sudah ditunaikan, sudah berzakat, impian sudah selaras, tapi kalau ikhtiar kita tidak sempurna atau asal-asalan ya tetap saja semuanya akan berujung pada kegagalan. 

Ini sudah sunnatullah. Sudah hukum alam. Lihatlah teman-teman anda. Banyak orang yang niatnya baik, perkataannya baik tapi penghasilannya buruk. Penyebabnya, ikhtiarnya gak sempurna.

Ikhtiar yang sempurna adalah take action (mau bergerak), melakukan percepatan, melakukan inovasi, yakin, mau belajar, menjaga mutu dan kualitas, dan tangguh. Jika ikhtiar sudah dilakukan secara sempurna, sekali lagi sem-pur-na, maka kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Itulah beberapa faktor kegagalan yang harus segera diselesaikan. Segera dibereskan. Jika semuanya sudah dibereskan, pasti kegagalan akan menjauh, kesuksesan akan mudah diraih, dan anda akan dikejar-kejar uang.

0 Response to "Faktor Penyebab Kegagalan dan Cara Mengatasinya"

Posting Komentar